Rumah Adat Sulawesi Tenggara - Keunikan Serta Penjelasannya | jadditahu.com

Rumah Adat Sulawesi Tenggara - Keunikan Serta Penjelasannya

Baca Juga

Rumah adat sulawesi tenggara

Propinsi Sulawesi Tenggara ialah sebuah provinsi yang dikenal karena destinasi wisata baharinya, terutama pada keindahan gugusan pulau-pulau yang dikenal dengan nama Wakatobi.

Alam bawah lautnya memiliki keindahan yang jadi daya tarik tersendiri bagi para sobat travelers yang datang berkunjungn ke Sulawesi Tenggara.

Ketika dulu pelajaran IPS mungkin sobat ada yang masih ingatkah dengan pulau yang menghasilkan aspal yang masih maauk pada provinsi berikut ini?

Yap, Pulau Buton namanya. Pulau Buton letaknya ada di bagian tenggara dari Pulau Sulawesi dan merupakan salah satu dari kabupaten yang ada di Provinsi Sulawesi Tenggara.

Di Buton, dahulu terdapat Kesultanan Buton yang memiliki peninggalan berupa jejak peradaban.

Salah satu dari jejak peninggalan dari peradapan jaman dulu yang masih dapat kita saksikan sampai sekarang ialah bangunan rumah adat Sulawesi Tenggara.


Rumah Adat Sulawesi Tenggara


Sulawesi Tenggara berpusat di ibukota yakni di propinsi Kendari, kendari sendiri memiliki 2 kota dan 15 kabupaten, yaitu Kota Kendari dan Kota Bau-Bau. Kabupatennya ialah Kabupaten Buton, Bombana, Buton Tengah, Buton Selatan,  Buton Utara, Kolaka, Kolaka Utara, Kolaka Timur, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Kepulauan,  Konawe Utara, Muna, Muna Barat dan yang terakhir Wakatobi.

Sulawesi Tenggara didiami oleh Suku mayoritas, dan yang menjadi mayoritas ialah suku Buton.

Disamping itu juga terdapat suku-suku yang lain yaitu suku Tolaki, Muna, Wawonii dan Morenene.

Suku buton dikenal juga dengan sebutan Suku Walio. Nah, Suku inilah pewaris dari rumah adat Banua Tada, yang jadi Rumah Adat Propinsi Sulawesi Tenggara.

Tapi selain suku walio, ternyata suku Tolaki juga memiliki rumah adat bernama Laika, walaupun tidak dijadikan rumah khas propinsi sulawesi tenggara tapi laika memiliki keunikan khas rumah adat juga loh.

Nah pertama akan kita ulas dulu Rumah Adat Banua Tada


Rumah Adat Banua Tada

Rumah adat Banua Tana ialah rumah adat berbentuk rumah panggung yang material utamanya menggunakan bahan kayu tanpa memakai paku sebagai perekatnya.

Kata Banua Tada berasal dari 2 kata, yakni Banua yang memiliki arti rumah kemudian Tada yang artinya siku. So Banua Tada artinya rumah siku.

Dilihat dari kegunaannya, rumah adat Banua Tada dubagi ke dalam 3 jenis, yakni

Banua tada tare talu pale : 

Rumah adat sulawesi tenggara, nama rumah adat sulawesi tenggara adalah, rumah adat sulawesi tenggara laikas, gambar rumah adat sulawesi tenggara, keunikan rumah adat sulawesi tenggara, sketsa rumah adat sulawesi tenggara, pakaian adat sulawesi tenggara dan penjelasannya, rumah adat banua tada, tarian adat sulawesi tenggara

Rumah adat sulawesi tenggara via google.com


merupakan rumah siku yang punya tiga tiang untuk tempat tinggal orang biasa.


Banua tada tare pata pale :

merupakan rumah siku yang punya empat tiang tempat tinggal pejabat dan juga pegawai istana


Kamali atau malige :


Rumah adat sulawesi tenggara, nama rumah adat sulawesi tenggara adalah, rumah adat sulawesi tenggara laikas, gambar rumah adat sulawesi tenggara, keunikan rumah adat sulawesi tenggara, sketsa rumah adat sulawesi tenggara, pakaian adat sulawesi tenggara dan penjelasannya, rumah adat banua tada, tarian adat sulawesi tenggara

Rumah adat sulawesi tenggara via google.com


merupakan istana sekaligus rumah tempat tinggal raja dan anggota keluarganya



Rumah adat Kamali atau Malige inilah yang sampai sekarang dikenal sebagai peninggalan kesultanan Buton dan disebut sebagai Rumah Adat Sulawesi Tenggara.

Di Kamali sendiri ada hiasan dan simbol-simbol yang memiliki konsep dan corak yang dipengaruhi ajaran tasawuf.

Hiasan dan Simbol ini memiliki lambang kearifan lokal, nilai-nilai budaya dan juga cerita dari peradaban kesultanan Buton pada jaman dulu.



Material Rumah Adat Banua Tada

Bahan material utama yang dipakai dalam bangunan Rumah Adat Sulawesi Tenggara ini ialah kayu pohon jati, nangka dan juga bayem.

Ketiga kayu diatas digunakan untuk dinding, tiang, tangga, pasak dan juga rangka atap. Disamping itu dipakai juga material bambu yang sebelumnya sudah direndam dalam air laut untuk lantainya, kemudian daun nipa atau rumbia buat penutup atap rumah.



Tanda Pada Rumah Rumah Adat Banua Tada

Ada beberapa hal yang jadi pembeda pada ketiga jenis Banua Tada. Perbedaan yang paling  terlihat terdapat pada bangunan Kamali/Malige, yang mana hal ini bertujuan untuk penanda dari tempat tinggal seorang sultan/raja sebagai sosok pengayom, pemimpin dan pelindung rakyat.

Perbedaan Konstruksi Rumah pada 3 Jenis Banua Tada
Jumlah tiang Susunan bangunan Lantai rumah
Kamali/Malige 8 tiang samping 4 tingkat Dibuat dari kayu yang disusun secara bertingkat-tingkat
Banua tada tare pata pale 6 tiang samping 1 tingkat Tidak bertingkat
Banua tada tare talu pale 4 tiang samping 1 tingkat Dibuat dari bambu yang sudah tua dan tidak bertingkat


Karakteristik itu ialah sebagai berikut:

Lantai rumah

Dibuat dari kayu yang disusun secara bertingkat-tingkat
Tidak bertingkat
Dibuat dari bambu yang sudah tua dan tidak bertingkat

Secara umum, konstruksi dari ketiga jenis Rumah Adat Sulawesi Tenggara ini mempunyai karakter yang menjadi cirikhasnya.


Tiang

Untuk rumah Kamali/Malige, kayu-kayu yang digunakan bentuknya segi empat, sedang buat rumah orang biasa, kayu tiangnya memiliki bentuk bulat. Tiap tiang diberi lubang untuk tempat menggabungkan antara tiang satu dengan tiang yang lainnya. Tiang yang pertama dipasang ialah tiang tiang pusat/ tiang utama barulah menyusul pemasangan tiang-tiang berikutnya.

Pondasi (Sendi)

disusun dari batuan gunung atau sungai yang pipih bentuknya dan tidak memakai bahan perekat lain.

Dinding

Rumah Adat Sulawesi Tenggara memiliki dinding yang berbahan papan kayu, kemudian disusun di sepanjang kerangka pada dinding.

Atap

Rumah Adat Sulawesi Tenggara memiliki atap rumah terbuat dari rangka bambu atau kayu dengan nipah atau rumbia digunakan sebagai penutupnya.

Lantai

Khusus untuk malige lantainya berbahan kayu jati. Hal ini selain bermaksud sebagai gambaran dari status sosial sang raja / sultan juga memiliki filosofi bahwa sultan ialah sosok yang mempunyai kepribadian tenang ketika berhadapan dengan berbagai persoalan.


Rumah Adat Laika - Rumah adat suku Tolaki 

Rumah adat sulawesi tenggara, nama rumah adat sulawesi tenggara adalah, rumah adat sulawesi tenggara laikas, gambar rumah adat sulawesi tenggara, keunikan rumah adat sulawesi tenggara, sketsa rumah adat sulawesi tenggara, pakaian adat sulawesi tenggara dan penjelasannya, rumah adat banua tada, tarian adat sulawesi tenggara

Rumah adat sulawesi tenggara via google.com


Laika (Konawe) ialah Rumah adat ini yang memiliki ukuran yang besar dan berbentuk persegiempat dengan kayu sebagai material dasarnya. Bangunannya terdiri dari atap dan lantai dengan tiang-tiang banyak dan berukuran besar sebagai penopangnya serta tingginya kurang lebih 20 kaki dari dasar tanah.


Suku Tolika dan suku Wolio  sebenarnya mempunyai persamaan dalam hal Rumah adat.

Kedua suku membangun tempat tinggal maupun tempat berkumpul dengan memakai sistim nilai budaya yang disebut kosmologi alam kemudian dalam pembagian di ibaratkan seperti tubuh manusia.

Jika sobat perhatikan, bagian depan rumah adat Laika diibaratkan sebagai tangan kiri dan kanan kemudian di tengahnya ibarat dagu.

Sedang pada bagian tengah rumahnya sebagai dua lutut dengan tali pusar tengahnya. Di bagian belakang rumah seperti sebagai dua pasang kaki kanan dan kiri.


Berdasarkan kebutuhannya Rumah adat Laika terdiri dari beberapa macam yakni :


a. Laika Mbu’u ( rumah pokok / rumah induk )

Sebutan rumah pokok diberi karena Laika Mbu’u mempunyai bentuk yang lebih besar dari rumah biasa. Biasanya dibangun dipinggir ladang atau kebun, menjelang masa panen dimulainya biasanya rumah ini  dihuni oleh beberapa keluarga.


b. Laika Landa

Rumah ini dibangun ditengah maupun dipinggir kebun, ditinggali oleh satu keluarga selama pengolahan hasil kebun sampai proses panen selesai.

Setelah usai melakukan panen dan padi telah disimpan ke dalam lumbung, rumah ini kemudian tidak lagi ditinggali.


c. Laika Patande

Laika patande merupakan rumah yang bangunannya terletak ditengah-tengah perkebunan dan difungsikan sebagai tempat beristirahat. Memiliki ukuran rumah ini lebih kecil apabila dibandingkan dengan laika landa.


d. Laika Kataba

Laika kataba adalah jenis rumah papan. Bangunannya terbuat dari material papan dan balok. Laika Kataba dibangun memakai sandi atau kode tertentu.


e. Laika Nggoburu atau Laika Sorongga

laika nggoburu atau Laika sorongga ialah rumah makam bagi sang sultan / raja di masa atau juga dijadikan rumah makam bagi keluarga raja. Rumah ini dihuni dan dijaga oleh para budak dan beserta keluarganya.


f. Laika Mborasaa

Laika Mborasaa adalah bangunan rumah yang terletak pada tempat tertentu, digunakan sebagai tempat beristirahat dan tempat berjaga  untuk orang-orang yang telah melaksanakan tugas penggal kepala (mengayau) ke beberapa tempat di daerah sulawesi tenggara.


g. Komali

Komali adalah rumah besar (laika owose) yang difungsikan sebagai rumah khusus untuk tempat tinggal Sang Raja. Berbentuknya berupa rumah panggung yang memakai tiang-tiang berbentuk bundar dan tidak memakai pondasi.

Tiang-tiang pada bangunan rumah Komali ditanam dengan kedalaman satu hasta. Sebelum ditanam ke dalam tanah, sebelumnya tiangnya dibakar pada bagian permukaan tiang sampai jadi supaya tidak mudah dimakan rayap, kemudian dibungkus menggunakan ijuk dan diikat per segmen memakai rotan supaya arangnya tetap melekat di selubung tiang.

Rumah Komali ini amat kuat dan tinggi. Tinggi tiangnya jika dari permukaan tanah sampai ke permukaan lantai kira-kira 2 meter dan dibuat cukup tinggi agar kerbau bisa masuk.

Komali memiliki Jumlah tiang sebanyak 40 tiang ( tidak termasuk tiang teras dan tiang dapur). 40 tiang memiliki arti sesuai jumlah yang persyaratan seseorang ketika meminang, yaitu 40 lembar daun sirih dan 40 pinang.


h. Laika wuta

Laika wuta adalah rumah yang memiliki fungsi untuk tempat tinggal tetapi memiliki ukuran yang lebih kecil dari laika landa dan punya atap berbentuk seperti rumah jengki.


Nah, diatas telah kita ulas bersama sekilas pemaparan tentang rumah adat Sulawesi Tenggara ( Rumah Banua Tada ) dan Rumah Laika. Semoga saja dengan adanya gambar-gambaran yang disampaikan di atas, bisa membuat sobat travelers untuk semakin kenal dengan peninggalan hasil budaya bangsa berikut ini. Semoga bisa bermanfaat ya guys.

Jangan lupa untuk klik like dan share dibawah, sebagai bentuk pengenalan budaya dan kearifan lokal kepada sobat lainnya

Rumah adat sulawesi tenggara

0 Response to "Rumah Adat Sulawesi Tenggara - Keunikan Serta Penjelasannya "

Post a Comment